← Semua artikel
·7 menit baca

Contoh Jurnal Trading Saham, Crypto, Forex dan Emas, Plus Cara Hitung Win Rate dan Risk to Reward

Kolom jurnal trading sebenarnya mirip di semua aset, tapi ada satu dua kolom tambahan yang beda tergantung kamu trading saham, crypto, forex, atau emas. Ini contoh isian per aset, plus cara hitung dua metrik yang paling sering salah dihitung, yaitu win rate dan risk to reward ratio.

Contoh Jurnal Trading Saham, Termasuk IHSG

Untuk saham IHSG, satuan lot itu wajib jelas, satu lot sama dengan 100 lembar, beda dengan saham US yang biasanya dihitung per lembar. Contoh satu baris catatan:

21 September 2026, BBCA, Buy, Entry 9.450, SL 9.300, TP 9.750, Lot 10, alasan breakout resistance mingguan, emosi tenang.

Kolom yang wajib ditambahkan khusus saham adalah kode emiten, bukan cuma tulisan saham, dan lot, bukan quantity biasa, supaya rekap per emiten gampang dicek belakangan.

Contoh Jurnal Trading Crypto

Crypto futures butuh kolom leverage, karena persen risiko kamu bisa jauh beda meski ukuran posisi atau margin sama.

21 September 2026, BTCUSDT, Long, Leverage 10x, Entry 61.200, SL 60.500, TP 63.000, alasan reclaim EMA 50, emosi FOMO.

Kalau lebih nyaman mencatat manual, jurnal trading crypto di Excel sebenarnya gampang. Tinggal tambah satu kolom leverage ke template Excel standar, lalu hitung persen risiko dari margin yang dipakai, bukan dari nilai posisi penuh.

Contoh Jurnal Trading Forex dan Emas XAUUSD

Forex, termasuk XAUUSD karena kebanyakan broker forex memasukkan emas sebagai instrumen yang bisa ditradingkan, butuh kolom pip atau point, bukan cuma harga.

21 September 2026, XAUUSD, Sell, Entry 2.385, SL 2.392, TP 2.365, Lot 0.1, pip risk 70, alasan rejection di resistance H4.

Kalau kamu cari aplikasi jurnal trading forex gratis, pastikan ada kolom pip otomatis. Menghitung pip manual tiap kali entry itu salah satu alasan orang paling sering berhenti mencatat forex.

Cara Hitung Win Rate

Win rate dihitung dari jumlah trade profit dibagi total trade yang sudah ditutup, dikali seratus persen. Kalau dari 20 trade ada 9 profit, win ratenya 45 persen. Yang sering disalahpahami, win rate tinggi bukan berarti profitable. Win rate 70 persen bisa tetap rugi kalau rata rata loss per trade jauh lebih besar dari rata rata profitnya, makanya win rate harus selalu dilihat bersama risk to reward ratio, bukan sendirian.

Cara Hitung Risk to Reward Ratio

Risk to reward ratio dihitung dari jarak entry ke take profit dibagi jarak entry ke stop loss.

Contoh, entry di 100, SL di 95, TP di 115. Risiko sama dengan 100 dikurangi 95, yaitu 5. Reward sama dengan 115 dikurangi 100, yaitu 15. Risk to reward ratio sama dengan 15 dibagi 5, yaitu 1 banding 3.

Dengan rasio 1 banding 3, kamu bisa tetap profitable meski win rate cuma 30 sampai 40 persen, karena satu kali menang menutup lebih dari dua kali kalah. Ini kenapa kolom entry, stop loss, dan take profit wajib diisi sebelum entry, bukan dikira kira setelahnya. Tanpa tiga angka itu, risk to reward tidak bisa dihitung akurat.

Jurnal Trading Psikologi dan Evaluasi

Kolom emosi, seperti tenang, FOMO, ragu ragu, atau revenge trading, baru kelihatan gunanya saat direkap mingguan, bukan dilihat per baris. Cara evaluasinya, filter semua baris dengan emosi FOMO atau revenge trading, lalu bandingkan win rate kelompok itu dengan win rate keseluruhan. Kalau jauh lebih rendah, itu bukti konkret, bukan cuma perasaan, bahwa pola emosi tertentu bikin performa kamu turun.

Kesimpulan

Kolom inti jurnal trading sebenarnya sama di semua aset, yaitu entry, SL, TP, alasan, dan emosi. Yang beda cuma satu dua kolom tambahan, lot untuk saham, leverage untuk crypto, pip untuk forex dan emas. Yang lebih penting dari format, selalu hitung win rate bersamaan dengan risk to reward ratio, bukan salah satu saja, supaya evaluasinya tidak menyesatkan.

Udah siap mulai nyatet trade kamu sendiri?